Halo, bloggers. gue dan beberapa teman lagi berada di dalam posisi bingung. di mana kami dipaksa untuk berpikir dari satu perspektif yang telah ditentukan oleh orang lain. sebenernya, cara ini nggak sejalan dengan prinsip hidup gue. mengapa? karena prinsip yang gue anut adalah "melihat sesuatu dari berbagai sisi" contohnya: Gue punya tetangga kosan, berasal dari salah satu suku di Indonesia bagian barat yang terkenal dengan intonasi suara yang tingga, dengan logat yang keras dan lantang. Parahnya, 2/3 dari isi kosan di gedung ini berasal dari suku yang sama. Nah tetangga gue ini, suka banget nyanyi. karena suaranya yang besar, tapi datar. membuat kuping gue ini sedikit terluka. kesel? banget. nggak cuma pas nyanyi. momen dia ngobrol sama temennya aja bisa menjelma jadi kaya tawuran antar warga desa. berisik banget. Gue pernah punya niat untuk nyelipin surat ke bawah pintunya. Ngasih tau secara tertulis kalo gue merasa terganggu oleh suaranya saat mau istirahat. Dan...